Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Tuesday, December 13, 2016
Program LPPI tahun 2017 didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan...
KIPRAH
Friday, August 19, 2016
Dalam sambutannya pada upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17...
LIPUTAN KEGIATAN
Monday, March 27, 2017
Selama satu hari, tanggal 27 Maret 2017, dua BPR yaitu...
Friday, March 24, 2017
Sebanyak 30 orang pegawai BPR dari 12 BPR berbagai daerah...
Wednesday, March 22, 2017
Penyaluran kredit merupakan aktivitas bisnis guna memperoleh pendapatan yang positif...
Wednesday, August 31, 2016
Seiring dengan pelaksanaan pelatihan dasar-dasar audit dan audit teknologi informasi...
 
Dari Redaksi
Monday, May 16, 2016 | Admin

Pembaca yang budiman.

Mungkin tahun ini adalah tahun pengharapan sekaligus tahun daya-upaya. Buat pelaku bisnis, tahun ini diharapkan akan bisa muncul sejarah baru dalam usaha menurunkan suku bunga dan mengarahkannya kepada level single digit. Suku bunga yang rendah tentu menjadi ‘ajakan serius’ dari bank buat mereka. Buat pemerintah dan otoritas sektor keuangan, tahun ini menjadi ajang pembuktian bahwa upaya mereka mengarahkan suku bunga ke level rendah bisa mencapai hasil paling optimal. Suku bunga yang rendah menjadi ‘bukti keberhasilan’ mereka.

Selama satu kuartal pertama tahun ini, Bank Indonesia menyeret suku bunga acuan turun 75 basis poin dari posisinya akhir tahun lalu menjadi 6,75 persen. Kebijakan ini tidak bisa dilihat berdiri sendiri tanpa melihat latar belakang dan juga tujuannya. Sejak tahun lalu, suku bunga yang tinggi membuat tidak kurang dari presiden dan wapres mengeluhkannya. Wapres sudah mendesak BI Rate untuk turun agar bunga bank juga turun, sejak awal tahun lalu, ketika perlambatan ekonomi dalam negeri mulai terlihat.

OJK, di pihak yang sama juga telah mengeluarkan aturan insentif bagi bank yang bisa menurunkan net interest margin dan rasio biaya operasionalnya ke level tertentu. Bank akan dihadiahi kemudahan dalam hal membuka kantor cabang.

Pemerintah tak kalah gesit. Dengan mengandalkan Rancangan Undang-Undang Tax Amnesty yang sampai awal Mei bulan ini masih dibahas, dana-dana yang bisa ditarik masuk ke dalam sistem keuangan nasional bisa menjadi perangsang penurunan bunga bank.

Memang hingga April, belum banyak bank yang menurunkan bunga kredit. Baru beberapa bank milik negara yang sudah mengambil langkah menurunkan bunga meski besarannya masih belum sebesar penurunan BI Rate. Biar begitu harapan besar patut dijaga.

Pada laporan utama edisi kali ini, Majalah Stabilitas akan mengangkat tema upaya penurunan suku bunga dan hasilnya sampai akhir triwulan pertama tahun ini. Pada tulisan awal akan kami ketengahkan kemungkinan munculnya tren penurunan bunga setelah BI Rate dipangkas hingga 6,75 persen. Namun juga ditampilkan mengenai hambatan yang bisa mengganjal penurunan suku bunga kredit bank, dari masalah keengganan bank kehilangan NIM sampai isu oligopoli.

Pada bagian selanjutnya akan diulas respons perbankan terhadap langkah penurunan BI Rate. Apakah bank-bank sudah merespons kebijakan dari otoritas itu dengan penurunan bunga kreditnya? Tulisan lain akan mengupas dampak penurunan bunga pada investasi di sektor keuangan lainnya seperti pasar modal dan pasar obligasi. Biasanya ketika suku bunga tidak menarik lagi, investor akan menempatkan dananya di pasar modal dan instrumen lainnya. Apakah data pasar modal dan pasar keuangan lainnya mendukung teori tersebut?

Dalam bagian selanjutnya juga akan kami ulas strategi perusahaan-perusahaan negara dalam menempatkan dana setelah suku bunga turun. Selama ini perusahaan pelat merah selalu menjadi isu menarik dalam hal penempatan dana. Kami juga akan menampilkan hasil riset kami mengenai suku bunga bank dan hal-hal yang akan menghalangi proses penurunannya.

Artikel lain di rubrik-rubrik tetap juga tak kalah menarik, kami sajikan hanya untuk Anda pembaca setia. Selamat membaca. 

 

Informasi Berlangganan:

Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)
Jl. Kemang Raya No. 35
Jakarta Selatan 12730
Telp: 021 – 7182860, 7182760
Fax: 021 – 7182760
Email: redaksi@stabilitas.co.id
iklan@stabilitas.co.idsirkulasi@stabilitas.co.id
Website: www.stabilitas.co.id       


 
Artikel Lainnya:

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required