Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Tuesday, December 13, 2016
Program LPPI tahun 2017 didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan...
KIPRAH
Friday, August 19, 2016
Dalam sambutannya pada upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17...
LIPUTAN KEGIATAN
Monday, March 27, 2017
Selama satu hari, tanggal 27 Maret 2017, dua BPR yaitu...
Friday, March 24, 2017
Sebanyak 30 orang pegawai BPR dari 12 BPR berbagai daerah...
Wednesday, March 22, 2017
Penyaluran kredit merupakan aktivitas bisnis guna memperoleh pendapatan yang positif...
Wednesday, August 31, 2016
Seiring dengan pelaksanaan pelatihan dasar-dasar audit dan audit teknologi informasi...
 
Dari Redaksi
Saturday, July 16, 2016 | Admin

Pembaca yang budiman,

Kondisi yang sejak awal tahun kita khawatirkan mulai menampakkan tanda-tanda akan terjadi. Berbekal pertumbuhan ekonomi yang melemah tahun lalu, perjalanan ekonomi tahun ini memang dinilai akan berat. Namun pemerintah tetap percaya diri bisa mendongkrak pertumbuhan menembus 5 persen karena menganggap proyek infrastruktur akan memberikan dorongan ekstra pada ekonomi.

Akan tetapi, apa mau dikata pada triwulan pertama, ekonomi hanya tumbuh 4,92 persen. Dan triwulan kedua diprediksi angkanya tidak akan jauh beranjak dari level tersebut. hal itu tentu saja akan membawa dampak lanjutan yang cukup mengkhawatirkan.

Salah satunya adalah bank-bank yang akan memutuskan menahan penyaluran kredit mereka. Selain menyimpan risiko kredit, bank melihat pelemahan ekonomi bisa menjadi pintu masuk dari munculnya risiko yang lain, sebut saja risiko pasar dan risiko operasional. Bahkan kekhawatiran itu makin terbukti ketika BI sudah menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit menjadi hanya akan mencapai kisaran 10 persen saja.

Pelemahan ekonomi memang bisa membuka kotak pandora risiko buat perbankan. Tidak hanya risiko kredit, risiko lainnya seperti pembobolan dan fraud serta risiko pengetatan aturan juga akan dihadapi perbankan. Bahkan potensi kembalinya gejolak keuangan global juga tidak boleh hilang dari perkiraan.

Memang ada kebijakan tax amnesty yang baru saja dilansir pemerintah, namun dampak dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa bisa jadi berisiko lebih besar ketimbang dampak positif dari kebijakan itu.

Pemerintah dan otoritas tak henti-hentinya menebarkan optimisme bahwa Undang-Undang Pengampunan Pajak bisa menyelamatkan ekonomi. “Dengan adanya tax amnesty dan minat yang cukup besar ini, kita cukup optimistis nanti itu (pertumbuhan ekonomi) akan terkoreksi naik,” kata Agus DW Martowardojo.

Menebar optimisme, biarpun penting, akan tetapi tidak cukup untuk menjamin bahwa pertumbuhan ekonomi akan tercapai sesuai target. Ada banyak yang harus dilakukan lagi oleh pemerintah dan otoritas keuangan.

Nah, pada edisi kali ini Majalah Stabilitas akan mengangkat isu potensi munculnya risiko-risiko dalam kondisi ekonomi yang masih melemah ini. pada tulisan awal akan kami ulas risiko apa saja yang meningkat dalam lingkungan global yang kemudian dikaitkan dengan kondisi Indonesia secara makro.

Tulisan berikutnya adalah risiko-risiko yang akan dihadapi dan muncul dalam sektor keuangan secara umum dilanjutkan dengan efek dari keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa. Kami juga akan mengulas secara khusus risiko kredit karena bagi perbankan, yang akan paling terkena dampaknya karena pelemahan ekonomi adalah sektor kredit, baik dengan menurunkan target penyaluran kredit, hingga naiknya kredit bermasalah.

Tak lupa juga kami hadirkan ulasan mengenai risiko operasional. Risiko ini sangat berpotensi muncul karena saat ini perbankan sedang giat-giatnya menerapkan strategi layanan bank digital. Selain itu, pelemahan ekonomi bisa menjadi alasan bagi karyawan untuk berbuat ‘inovatif’, baik untuk menyelamatkan kinerjanya di hadapan atasan atau untuk terus menggenjot kinerja bisnis. Hal ini juga membuka peluang munculnya kecurangan-kecurangan atau pembobolan di bidang IT.

 Selamat membaca.

 

Informasi Berlangganan:

Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)
Jl. Kemang Raya No. 35
Jakarta Selatan 12730
Telp: 021 – 7182860, 7182760
Fax: 021 – 7182760
Email: redaksi@stabilitas.co.id
iklan@stabilitas.co.idsirkulasi@stabilitas.co.id
Website: www.stabilitas.co.id

 
Artikel Lainnya:

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required