Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Tuesday, December 13, 2016
Program LPPI tahun 2017 didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan...
KIPRAH
Friday, August 19, 2016
Dalam sambutannya pada upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17...
LIPUTAN KEGIATAN
Monday, March 27, 2017
Selama satu hari, tanggal 27 Maret 2017, dua BPR yaitu...
Friday, March 24, 2017
Sebanyak 30 orang pegawai BPR dari 12 BPR berbagai daerah...
Wednesday, March 22, 2017
Penyaluran kredit merupakan aktivitas bisnis guna memperoleh pendapatan yang positif...
Wednesday, August 31, 2016
Seiring dengan pelaksanaan pelatihan dasar-dasar audit dan audit teknologi informasi...
 
DARI KAMI
Kebutuhan SDI Perbankan dan Jasa Keuangan Syariah

Assalamualaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua.

Sejak pertama kali bank berbasis syariah eksis di Indonesia dua dekade silam, telah membawa angin segar pada industri perbankan di Indonesia. Keingintahuan, ketertarikan dan bahkan keragu-raguan akan hadirnya lembaga perbankan dan jasa keuangan syariah membuat penyedia jasa perbankan dan jasa keuangan syariah berusaha menyediakan produk-produknya seakrab mungkin baik dengan nasabah maupun dengan calon nasabahnya.

Industri perbankan syariah terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dalam kurun 5 tahun terakhir, pertumbuhan perbankan syariah konsisten berada di kisaran 34-49 persen yoy (year on year). Berdasarkan Statistik Perbankan Syariah per Oktober 2013, terdapat 11 Bank Umum Syariah (BUS), 24 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 160 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Dari jumlah tersebut, perbankan syariah berhasil meraup aset sebesar Rp.236 T. Bank Syariah juga berhasil mengumpulkan dana masyarakat sebesar Rp.188 T dan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp.196 T. Dari total pembiayaan tersebut, sebesar Rp.121 T (62 persen) pembiayaan disalurkan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jumlah rekening yang ada di Bank Syariah juga meningkat 28 persen dari 12,5 juta menjadi 16 juta rekening. Pelaku industri dan pihak OJK masih optimis bahwa pada 2014 perbankan syariah akan tumbuh minimal di angka 35 persen.

Pada akhir tahun 2012, Islamic Finance News (IFN) menganugerahi Bank Indonesia sebagai bank sentral terbaik di dunia yang mempromosikan keuangan syariah. Salah satu gerakan yang dilakukan Bank Indonesia yakni iB Campaign. Selain itu IFN juga menganugerahi Bank Muamalat Indonesia (bank syariah pertama di Indonesia) sebagai bank syariah paling inovatif di dunia. Tahun 2013, keuangan syariah indonesia menjadi 5 terbaik di dunia berdasarkan BMB Islamic index yang disebut Islamic Finance Country Index –IFCI, dipublikasikan di London berdasarkan Global Islamic Finance Report (GIFR). Sebelumnya, pada tahun 2011, Indonesia menjadi nomor 4 setelah Iran, Arab Saudi, dan Malaysia. Terakhir, The Thomson Reuters Zawya Sukuk Perceptions and Forecast Study tahun 2013 menempatkan Indonesia diposisi nomor 5 dunia dalam hal penerbitan sukuk. Potensi pada populasi muslim yang besar, kekuatan pertumbuhan ekonomi dan dukungan yang baik dari regulator keuangan dan pemerintahlah yang telah menjadikan perbankan syariah Indonesia mendapat apresiasi dari dunia internasional seperti tersebut diatas.

Awalnya, produk-produk perbankan syariah seolah olah seperti produk perbankan konvensional yang ditambah dengan label  syariah. Realitanya adalah bahwa untuk menciptakan produk perbankan syariah yang benar memerlukan eksporasi dan pendalaman lebih jauh mengenai hukum Islam dalam rangka menyediakan beragam produk keuangan islami. Yakni produk yang halal, dapat dipercaya, memberi keuntungan dan jaminan keamanan kepada nasabahnya. Sehingga perbankan syariah akan semakin diminati oleh seluruh lapisan masyarakat baik muslim atau pun non muslim

Untuk dapat mengembangkan perbankan syariah dan memanfaatkan peluang tersebut dibutuhkan tenaga profesional atau sumber daya insani (SDI) yang tepat. Tepat dalam arti memahami betul konsep perbankan syariah, mampu menciptakan produk-produk syariah yang sesuai dengan konsep syariah dan mampu menjalankan roda industri perbankan dan jasa keuangan syariah yang memberikan nilai kepuasan bagi nasabahnya.

Kebutuhan perbankan syariah terhadap SDI yang berkualiatas terus meningkat. Dengan asumsi pertumbuhan perbankan syariah sebesar 20% pertahun, maka rata-rata kebutuhan terhadap SDI perbankan syariah sekitar 15.000 orang pertahun. Padahal saat ini perguruan tinggi di Indonesia baru menghasilkan lulusan sekitar 3000 orang pertahun di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Artinya tenaga profesional perbankan syariah  masih diisi oleh SDM dengan dasar keilmuan di bidang lain. Tentu hal ini menjadi tugas lain bagi industri perbankan syariah.

LPPI sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan perbankan di Indonesia melalui ICDIF-nya berusaha menjembatani kesenjangan pengetahuan dan keterampilan SDM perbankan syariah ini. ICDIF secara rutin menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan perbankan dan jasa keuangan syariah di Kampus Bumi LPPI. Untuk tahun 2014, ICDIF telah menyusun daftar diklat yang tidak hanya berbasis pada ketentuan Bank Sentral Indonesia tetapi juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti sukuk, pasar modal syariah,  asuransi syariah, dan lembaga keuangan syariah lainnya yang dikelompokkan dalam beberapa kelompok diklat. Harapannya, dari kenyataan bahwa masih terdapat kesenjangan dan minimnya SDI perbankan syariah, maka dengan mengikuti diklat di LPPI dapat mempersempit kesenjangan yang ada, sehingga perbankan syariah dapat mengikuti percepatan gerak perbankan konvensional.

ICDIF berharap dengan turut serta dalam meningkatkan kualitas sumber daya perbankan syariah dan jasa keuangan syariah akan mendukung pengembangan industri perbankan dan jasa keuangan yang sehat, berkualitas, dan tetap memiliki daya tahan bagi dinamika ekonomi lokal maupun global. 

Wassalam.

Harisman
Direktur LPPI