Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Tuesday, December 13, 2016
Program LPPI tahun 2017 didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan...
KIPRAH
Friday, August 19, 2016
Dalam sambutannya pada upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17...
LIPUTAN KEGIATAN
Monday, March 27, 2017
Selama satu hari, tanggal 27 Maret 2017, dua BPR yaitu...
Friday, March 24, 2017
Sebanyak 30 orang pegawai BPR dari 12 BPR berbagai daerah...
Wednesday, March 22, 2017
Penyaluran kredit merupakan aktivitas bisnis guna memperoleh pendapatan yang positif...
Wednesday, August 31, 2016
Seiring dengan pelaksanaan pelatihan dasar-dasar audit dan audit teknologi informasi...
 
DARI KAMI
Pidato Pertama Direktur Utama LPPI 2013 - 2016 Hartadi A. Sarwono

Assalamu’alaikum wr. wb. dan salam sejahtera bagi kita semua,

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, serah terima jabatan Direktur Utama LPPI untuk masa jabatan 2013–2016 pada tanggal 26 Agustus 2013 telah berlangsung dengan baik dan saya dengan segala kerendahan hati menerima amanah ini yang Insya Allah dapat melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang telah dicapai oleh lembaga ini.  Penghargaan yang tinggi saya haturkan kepada Bapak Subarjo Joyosumarto, Direktur Utama, yang telah memimpin LPPI dari tahun 2007 hingga 2013 dan mencapai prestasi yang tinggi sehingga LPPI semakin dipercaya sebagai lembaga pendidikan, pengembangan, dan pelatihan di bidang perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

Kedepan tantangan yang dihadapi LPPI dalam menyiapkan tenaga terampil dan profesional bagi industri keuangan tidaklah menjadi semakin ringan.  Perkembangan yang cepat, produk-produk keuangan yang disertai dengan tingkat kemajuan dan sofistikasi teknologi yang tinggi, menuntut ketersediaan sumber daya manusia di bidang keuangan yang profesional dengan integritas yang lebih baik pula.

Sementara itu, dampak krisis keuangan global belum lagi usai, bahkan semakin terasa dalam perekonomian kita dewasa ini. Kiranya tidak berlebihan apabila industri keuangan kita terus mempersiapkan diri dan memperkuat ketahanan sistem keuangan kita.  Kita tentunya sependapat bahwa dengan stabilitas sistem keuangan yang terjaga, stabilitas perekonomian secara makro pun akan terjaga dengan baik.

Sebagaimana kita ketahui, negara-negara yang tergabung dalam G-20, yang Indonesia menjadi salah satu anggotanya, telah bersepakat membentuk landasan baru kerangka pengaturan keuangan global untuk menciptakan industri keuangan yang lebih kuat dalam melayani kebutuhan kegiatan ekonomi. Untuk itu, Bank Indonesia telah mengingatkan industri keuangan, khususnya perbankan di Indonesia, adanya ketentuan protokol baru Basel III yang dikeluarkan oleh Basel Committee on Banking Supervision (BCBS). Kerangka baru Basel III tersebut selain mempersyaratkan kualitas dan kuantitas permodalan yang lebih tinggi, juga mengatur pengelolaan likuiditas antara lain melalui liquidity coverage ratio dan net stable funding ratio. Semakin besar bank terlibat dalam investasi berisiko, semakin besar pula modal yang harus disisihkan sebagai cadangan.

Semuanya ini memerlukan manajemen risiko yang jauh lebih baik dalam mengelola likuiditas perbankan sehingga tersedia modal yang cukup guna melayani kebutuhan baik likuiditas pasar uang maupun korporasi pada saat krisis melanda. Meskipun kerangka baru ini menjanjikan perbaikan di industri keuangan secara signifikan, tentunya kita berharap agar penerapannya tidak membawa konsekuensi-konsekuensi yang tidak diinginkan bagi perekonomian kita. Oleh karena itu, aturan permodalan Basel III diterapkan secara bertahap sejak Januari 2013 yang lalu hingga Januari 2019.  Namun, industri keuangan, khususnya perbankan di Indonesia, perlu segera mempersiapkan diri untuk memperkuat pemahaman terhadap standar permodalan dan standar likuiditas guna meningkatkan ketahanan industri keuangan terhadap krisis.

Di sinilah saya melihat LPPI akan dapat berperan lebih aktif lagi membantu otoritas, baik Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk melakukan diseminasi ketentuan, melaksanakan pendidikan dan pelatihan, serta menyediakan jasa konsultasi guna mempersiapkan tenaga terampil dan manajer profesional yang dibutuhkan industri keuangan kita.

Sementara itu, tidak kalah pentingnya bagi industri keuangan kita untuk menyadari bahwa persaingan juga mengalami peningkatan yang cepat dalam memperebutkan pasar yang semakin terbatas. Di kawasan ini, tidak lama lagi akan terbentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015, sementara pengaruh terintegrasinya Pasar Keuangan ASEAN, meskipun baru akan diimplementasikan pada tahun 2020, telah kita rasakan di industri keuangan kita.  Indonesia merupakan pasar yang besar dan menarik sehingga diperebutkan oleh pelaku bisnis di sektor keuangan di tingkat regional dan global. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan SDM di industri keuangan kita sehingga mampu bersaing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dengan dukungan Gubernur Bank Indonesia selaku Ketua Dewan Kurator LPPI, saya melihat LPPI dapat menjalin aliansi strategis dengan otoritas, khususnya Bank Indonesia dan OJK, karena mempunyai harapan yang sama. Meningkatnya kemampuan SDM profesional, disertai integritas yang tinggi di dalam mengelola industri keuangan, diharapkan akan dapat meningkatkan fungsi intermediasi untuk membiayai berbagai kegiatan ekonomi secara sehat dengan tetap mengikuti prinsip-prinsip kehati-hatian.

Untuk itu, dukungan dan kerja sama yang baik selama ini dari Bank Indonesia dan OJK sangat kami harapkan. Saya yakin, dengan komitmen yang kuat untuk mempersiapkan tenaga profesional di bidang keuangan, akan terjamin terciptanya kestabilan sistem keuangan yang merupakan syarat penting bagi tersedianya pembiayaan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Saya juga ingin mengajak para pemangku kepentingan utama kami di industri keuangan, baik perbankan maupun lembaga-lembaga keuangan lainnya, dan mengharapkan dukungan asosiasi industri keuangan untuk bersama-sama mempersiapkan tenaga terampil dan tenaga manajerial profesional di sektor keuangan yang sangat kita butuhkan dalam menghadapi tantangan ke depan. Kerja sama yang baik selama ini akan terus kita tingkatkan sehingga capaian yang telah diperoleh hingga saat ini akan dapat kita manfaatkan lebih baik lagi.

Akhirnya, semuanya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan seluruh karyawan dan karyawati LPPI. Untuk itu, saya ingin mengajak saudara-saudara sekalian untuk bekerja lebih giat lagi bersama-sama melaksanakan amanah yang ditugaskan kepada kita. Semoga Allah SWT memberkahi perjalanan kita ke depan. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

 

Jakarta, 26 Agustus 2013

 


Dr. Ir. Hartadi A. Sarwono, MA*
Direktur Utama

 

* Menyelesaikan studi S-1 Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung, kemudian pada tahun 1985 meraih gelar Master of Arts (MA) di bidang Macroeconomics di University of Oregon, Eugene-Oregon, Amerika Serikat, yang dilanjutkan dengan program Doctor of Philosophy (Ph. D) di bidang Monetary Theory and Policy pada universitas yang sama pada tahun 1989.

Meniti karir selama lebih dari tiga dasawarsa di Bank Indonesia dan menjabat berbagai posisi utama di bidang kebijakan moneter. Mendapat kepercayaan untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia selama dua periode berturut-turut - periode I (Juni 2003–Juni 2008) membidangi Kebijakan Moneter, Statistik, dan Hubungan Internasional; periode II (Juni 2008–Juni 2013) membidangi Kebijakan Moneter, Internasional, Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan, Statistik, Pengelolaan Devisa, dan Kantor Perwakilan Luar Negeri.