• slider-image
    Program SESPIBANK®
    Program SESPIBANK® merupakan jenjang tertinggi pendidikan profesi perbankan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi manajerial
    • dan kepemimpinan bagi bankir senior profesional sebagai salah satu syarat untuk menduduki posisi puncak.
      Program bersifat strategis, sistematis, integratif dan fokus. Program SESPIBANK® ini telah dilengkapi dengan Sertifikasi General Banking Tingkat 3.
  • slider-image
    Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia
    Menjadi lembaga pengembangan perbankan dan jasa keuangan yang terpercaya dan terkemuka
    di tanah air, serta mendapat pengakuan internasional
  • slider-image
    Diklat Pemimpin Cabang

    Pendidikan dan Pelatihan pemimpin Cabang dilaksananakan 3 kali dalam setahun dengan durasi 5 minggu. 

  • slider-image
    Pendidikan Perbankan Indonesia

    LPPI menghadirkan Pendidikan Perbankan Terbaik di Indonesia

Program Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia

Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia  menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan pelatihan, riset, konsultasi dan assessment. Selain itu secara berkala menyelenggarakan seminar, workshop dan refreshment program dengan tema-tema yang sesuai dengan perkembangan serta teknologi terkini yang terjadi pada industri perbankan dan jasa keuangan.

Dengan menggunakan pembicara dan fasilitator dari berbagai latar belakang, regulator maupun praktisi, dan profesional serta pakar di bidangnya yang dikenal luas di kancah nasional dan internasional.

LPPI telah memiliki pengalaman mengembangkan SDM profesional dan berkualitas dibidang perbankan dan layanan jasa keuangan sejak tahun 1958, yang mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap sistem keuangan dan pembayaran di Indonesia yang berdampak pada stabilitas system keuangan nasional. . 

.      .

Tantangan dan Peluang Pengembangan Industri Perbankan-Keuangan Pada Tahun 2018

Ketika ekonomi dunia semakin terintegrasi. Kondisi apapun yang terjadi pada satu kawasan akan berdampak pada ekonomi domestik sebuah negara. Seperti yang terjadi saat ini, pemulihan ekonomi global masih berlangsung lambat dan tidak merata. Salah satunya dipicu oleh perekonomian Amerika Serikat yang masih tumbuh lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Namun di Eropa dan India terjadi sebaliknya, pertumbuhan diperkirakan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Sementara di dalam negeri, untuk 2018, pemerintah telah menetapkan asumsi dasar ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Mulai dari target pertumbuhan ekonomi ‎5,4 % hingga nilai tukar rupiah yang dipatok Rp 13,500 per US dollar. Rancangan tersebut disusun berpedoman pada 3 (tiga) kebijakan utama‎.‎

Pertama, mendorong optimalisasi pendapatan negara melalui peningkatan rasio pajak serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan aset negara.

Kedua, melakukan penguatan kualitas belanja negara melalui peningkatan kualitas belanja modal yang produktif, efisiensi belanja non-prioritas seperti belanja barang dan subsidi yang harus tepat sasaran, sinergi antara program perlindungan sosial, menjaga dan refocusing anggaran prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk pengurangan kesenjangan dan perbaikan pelayanan publik.

Ketiga, kebijakan keberlanjutan dan efisiensi pembiayaan, yang dilakukan melalui pengendalian defisit dan rasio utang, defisit keseimbangan primer yang semakin menurun, dan pengembangan creative financing, seperti melalui skema kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU.

Berdasarkan hasil riset proyeksi ekonomi Indonesia yang dilakukan LPPI disebutkan, bahwa perekonomian domestik akan semakin membaik dengan pertumbuhan ekonomi semakin meningkat, kurs relatif stabil, defisit neraca transaksi berjalan tetap terkendali, laju inflasi yang cenderung menurun serta suku bunga simpanan dan pinjaman dengan tren menurun.

Seiring dengan kinerja perekonomian dunia dan domestik yang diproyeksikan makin membaik, maka prospek pasar modal diproyeksikan juga tetap baik. Prospek tersebut semakin menarik setelah Indonesia memperoleh status investment grade dari lembaga rating Standard and Poors (S&P). Dengan status ini akan mendongkrak iklim investasi dan berpeluang meningkatkan capital inflow (portofolio maupun FDI).

Untuk kondisi perbankan nasional pada 2018, berdasarkan hasil riset LPPI, suku bunga kredit perbankan pada tahun depan berpotensi lebih rendah dibanding tahun 2017. Net Interest Margin (NIM) rata-rata perbankan memang masih tinggi, dan menjadi tumpuan pertumbuhan nasional dikarenakan penurunan reverse repo akan semakin sulit pada masa mendatang. Dengan mengasumsikan pertumbuhan kredit pada tahun 2017 sebesar 12.9 %, maka tahun depan ada harapan pertumbuhan ekonomi lebih baik dengan suku bunga lebih rendah.

Level NIM perbankan nasional saat ini berada di level 5,3 %, lebih tinggi dibandingkan dengan negara kawasan, sehingga tidak kompatibel dengan usaha mendorong ekonomi nasional.

Dari sisi rentabilitas, LPPI melihat rata-rata tingkat efisiensi bank atau BOPO sebesar 82,5 %, namun masih ada sekitar 25 bank konvensional (20%) yang masih beroperasi dengan efisiensi yang rendah (BOPO > 90%).

Sementara dari sisi permodalan, rata-rata rasio CAR perbankan berada pada level 20,32%. Meskipun tren CAR industri membaik, hampir separuh bank beroperasi dengan CAR di bawah rata-rata industri. Rasio kredit bermasalah perbankan saat ini juga mulai mengalami perbaikan, meskipun ada beberapa bank konvensional yang beroperasi dengan NPL > 2 %.

 Meskipun pertumbuhan ekonomi tahun 2017 terbatas namun industri perbankan tetap memiliki ketahanan yang kuat karena terjaganya risiko kredit, kecukupan modal yang kuat dan likuiditas yang memadai. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, perkembangan teknologi digital pada industri perbankan-keuangan. Kemajuan teknologi generasi keempat ini telah mengubah perilaku pasar dan konsumen.

Dari sini juga muncul beragam inovasi teknologi baru dengan platform berbasis cloud (mobile-based electronic wallet) dan blockchain (teknologi basis data terdistribusi) yang diadopsi oleh perusahaan dengan lini bisnis teknologi keuangan (fintech) dan perusahaan telekomunikasi dalam rangka memberikan layanan keuangan yang lebih mudah bagi masyarakat.

Berdasarkan survei yang dilakukan Pricewaterhouse Coopers (PwC) kepada industri perbankan-keuangan pada 2017 di 46 negara, mayoritas dari perusahaan tersebut mengakui pentingnya penggunaan teknologi baru ini. Walaupun, perusahaan-perusahaan tersebut masih ragu mengadopsinya.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, teknologi dan konsumen digital mengalami pertumbuhan yang pesat, sehingga mau tidak mau perusahaan perbankan dan layanan jasa  keuangan harus beradaptasi dengan perkembangan ini.  

Penguasaan dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi telah menjadi perhatian khusus hampir semua perusahaan yang bergerak di sektor perbankan-keuangan. Karena dengan kekuatan infrastruktur teknologi, kegiatan operasional perusahaan menjadi semakin efisien, lebih mudah dijangkau (accessability) dan digunakan (users friendly).

Dengan teknologi, proses pengajuan kredit pun menjadi lebih singkat, namun tetap sesuai dengan batas-batas risiko. Selain itu, kualitas pelayanan kepada konsumen menjadi lebih baik, mulai dari memindahkan data dari formulir aplikasi ke dalam sistem (data entry), analisis data calon nasabah (credit analysis), hingga card delivery. Sehingga biaya operasional dapat ditekan hingga 60% per-aplikasi.

 

LIPUTAN KEGIATAN

image
05 Dec

Penandatanganan MoU antara LPPI dengan OJK

Dalam rangka meningkatkan kerjasama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Lembaga Jasa Keuangan, Lembaga Pengembangan Perbankan (LPPI) telah menjalin kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan ditandatanginnya MoU pada tanggal 23 November 2017 di gedung Serbaguna Kampus Bumi LPPI. ... (Selengkapnya)
image
30 Nov

Workshop Cyber Crime

Kejahatan yang dilakukan di dunia maya dengan menggunakan computer atau jaringan computer (Cyber crime) kini semakin meningkat. Kegiatan cyber crime tersebut dapat berupa e commerce atau transaksi jual beli secara online, penipuan kartu kredit, penipuan identitas, membobol server computer tanpa ... (Selengkapnya)
image
30 Oct

Benchmarking SESPIBANK Angkatan 67

Benchmark SESPIBANK Angkatan 67 di Komisja Nadzoru Finansowego (Financial Supervisory Authority), Polandia pada tanggal 11 - 14 Oktober 2017. Benchmarking sebagai bagian kegiatan SESPIBANK yang diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman peserta sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam ... (Selengkapnya)
 

BERITA TERBARU

image
15 Jan

Peresmian Gerakan Coklit

Kampus Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menjadi tempat yang dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk peresmian gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) Pilkada Serentak tahun 2018. Acara peresmian yang dilaksanakan pada haris Jum'at, 5 Januari 2018 tersebut dihadiri oleh ... (Selengkapnya)
image
15 Dec

Program Customer Gathering 2017

Dalam rangka peningkatan kerjasama dan pemberian apresiasi bagi customer yang telah mengirimkan peserta pada tahun 2017. LPPI mengadakan Workshop dengan tema kesiapan SDM perbankan dalam menghadapi perkembangan Fintech di Indonesia. Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 13 - 14 Desember 2017 di ... (Selengkapnya)
image
09 Apr

Penandatanganan MoU antara LPPI dengan PPATK

Pada tanggal 7 Maret 2017 telah dilakukan penandatanganan MoU antara Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dengan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Pada kesempatan tersebut LPPI diwakili oleh Hartadi A. Sarwono, Direktur Utama sedangkan dari PPATK diwakili oleh ... (Selengkapnya)

Otoritas

  •  
  •