Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Tuesday, December 13, 2016
Program LPPI tahun 2017 didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan...
KIPRAH
Friday, August 19, 2016
Dalam sambutannya pada upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17...
LIPUTAN KEGIATAN
Monday, March 27, 2017
Selama satu hari, tanggal 27 Maret 2017, dua BPR yaitu...
Friday, March 24, 2017
Sebanyak 30 orang pegawai BPR dari 12 BPR berbagai daerah...
Wednesday, March 22, 2017
Penyaluran kredit merupakan aktivitas bisnis guna memperoleh pendapatan yang positif...
Wednesday, August 31, 2016
Seiring dengan pelaksanaan pelatihan dasar-dasar audit dan audit teknologi informasi...
 
Dari Redaksi
Tuesday, August 16, 2016 | Admin

Pembaca yang budiman. Tax amnesty, kini menjadi kebijakan primadona pemerintah. Sejak tahun lalu kebijakan ini digadang-gadang akan menjadi jalan pulang bagi dana-dana orang Indonesia yang selama ini disimpan di sektor perbankan luar negeri. Dana-dana itu tentu akan menjadi bahan bakar untuk terus mendorong sektor usaha dan juga syukur-syukur sektor infrastruktur demi menyelamatkan pertumbuhan ekonomi yang melemah.

Namun demikian selalu ada dampak negatif dari sebuah kebijakan pemerintah, baik yang sudah diperhitungkan maupun yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Pada awalnya, banyak pihak yang mengkhawatirkan kebijakan ini akan meningkatkan kecemburuan para pengusaha yang sudah taat pajak sejak lama, karena aturan ini seperti ‘karpet merah’ bagi para pengemplang pajak.

Selain itu dikhawatirkan pula nantinya dana-dana itu –jika benar mengalir deras ke sistem keuangan dalam negeri–akan kontraproduktif ketika perbankan dan lembaga keuangan lainnya tidak mampu memanfaatkannya untuk membiayai sektor-sektor produktif. Akhirnya dana-dana itu hanya mengendap dan berputar-putar di pasar uang. Hal itu tentu berpotensi membuat ekonomi menjadi bubble dan biaya dana menjadi mahal.

Nah, pada edisi kali ini majalah Stabilitas berencana mengangkat isu dampak negatif dari Tax Amnesty. Pada bagian awal, kami akan mengulas kebijakan tersebut secara umum, poin-poin penting dalam kebijakan ini dan juga sekilas risiko-risiko yang ada di dalam kebijakan itu.

Pada tulisan kedua kami akan menampilkan celah-celah yang kemungkinan akan membuat kebijakan ini menghadapi batu sandungan yang besar. Oleh karena itu, pemerintah harus meningkatkan kehati-hatiannya agar tidak bernasib dengan negara lain yang pernah gagal mendapatkan hasil positif.

Tulisan selanjutnya akan membahas mengenai risiko di sektor keuangan akibat kebijakan ini. Perbankan dan lembaga keuangan lain mungkin akan  mendapatkan banyak tambahan dana segar jika tak ingin dibilang kebanjiran dana, namun ada risiko yang mengancam yaitu masuknya dana-dana hasil pencucian uang. Dalam aturannya dana tax amnesty diasumsikan bersih dan pemerintah tidak akan menelusiri asal muasal dana tersebut.

Berikutnya kami akan mengupas risiko jika dana-dana itu tidak bisa dimanfaatkan untuk membiayai sektor riil. Ketika perbankan dan lembaga keuangan lainnya tidak mampu memanfaatkannya untuk membiayai sektor-sektor produktif, akhirnya dana-dana itu hanya mengendap dan berputar-putar di pasar uang. Hal itu tentu berpotensi membuat ekonomi menjadi bubble dan biaya dana menjadi mahal.

Risiko lainnya yang tak luput dari perhatian kami adalah serangan balik dari Singapura dan negara lain. Dalam tulisan di bagian ini akan dikupas apa saja respons dari negara lain terutama Singapura. Dan harus dianalisis secara lengkap kontra kebijakan tax amnesty ini dari sudut pandang dampaknya bagi Indonesia.

Selain laporan yang kami sajikan dalam cover story, seperti biasa kami juga menampilkan laporan-laporan pada rubrik-rubrik lain yang tak kalah menginsiprasi Anda untuk lebih baik lagi dalam mengelola risiko.

Selamat membaca.

 

Informasi Berlangganan:

Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI)
Jl. Kemang Raya No. 35
Jakarta Selatan 12730
Telp: 021 – 7182860, 7182760
Fax: 021 – 7182760
Email: redaksi@stabilitas.co.id
iklan@stabilitas.co.idsirkulasi@stabilitas.co.id
Website: www.stabilitas.co.id

 
Artikel Lainnya:

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required