1. URAIAN SINGKAT

Dalam rangka menghadapi dan mengantisipasi berbagai perubahan perkembangan bisnis kedepan,  Bank dituntut untuk menyesuaikan strateginya. Penyu- sunan strategi jangka panjang – menengah yang aplikatif dan terukur menjadi sangat penting sebagai pedoman perusahaan mencapai visi dan misinya. Sebagai respon dari perubahan lingkungan dan tuntutan stakeholder, sudahlah tepat apabila arah kebijakan 5 (lima) tahun kedepan selalu di update melalui penyusunan Rencana Strategis Bank, dan untuk memenuhi PBI No. 8/4/PBI/2006 tentang Good Corporate Governance pasal 56 ayat 1 yang menyatakan bahwa: ”Bank wajib menyusun rencana strategis dalam bentuk rencana korporasi (corporate plan) dan rencana bisnis (business plan)”.

  1. MANFAAT

Bank memahami dan mampu menyusun rencana strategis yang mencerminkan posisi bank, arah dan tindakan strategis yang perlu dilakukan, se- hingga seluruh jajaran organisasi mempunyai alat yang dapat memantau pencapaian visi dan misi.

  1. TAHAPAN

Tahapan konsultansi meliputi: penelitian dan penyu- sunan analisis kinerja perusahaan, analisis potensi pasar & posisi perusahaan, strategi perusahaan (mencakup road map korporasi, program inisiatif dengan balanced score card, pemetaan strategi perusahaan),rencana kerja fungsional, dan proyeksi keuangan.

  1. METODE

Konsep teori yang digunakan adalah SWOT Balance Score card analysis dan dapat ditambah dengan beberapa konsep lainnya sesuai kebutuhan. Setiap kegiatan konsultasi dilakukan dengan dasar riset yang mendalam (riset pustaka, survey internal dan survey eksternal) dan pembahasan secara intensif baik melalui Focus Group Discussion (FGD) dan/ atau komunikasi jarak jauh (teleconference, email danmedia lainnya) antara tim LPPI dengan tim counterpart.

  1. TIM KONSULTAN

Terdiri dari para spesialis bidang stratejik perbankan dan keuangan, serta para assosiate consultant dari berbagai bidang keahlian yang memahami best practices pada industri perbankan.

  1. DURASI

Konsultasi ini diselenggarakan selama 4 (empat)

Program